PERAWAT OH PERAWAT!

  Sewaktu kecil, anak-anak banyak yang tidak tahu tentang profesi perawat (yang kalau di kampung, biasa dipanggil ‘mantri’ atau ‘dokter kecil’). Yang mereka lebih kenal adalah profesi dokter. Sampai-sampai karena ketidaktahuan anak-anak, ‘perawat’ yang pakai baju putih pun dipanggil ‘dokter’. Selain itu, sampai saat ini tidak banyak anak mempunyai cita-cita jadi perawat. Profesi perawat mungkin dipandang sebelah mata. Tapi, disadari atau tidak, peran perawat sangat penting. Dokter memeriksa pasien mungkin hanya sekali dalam sehari. Tapi, perawat melakukan tindakan keperawatan nyaris 24 jam.

Ada hal yang perlu diluruskan tentang pandangan di masyarakat bahwa perawat adalah pembantu dokter. Seharusnya, profesi perawat dan profesi dokter itu setara dan bekerja sebagai mitra. Dokter dan perawat selalu berkolaborasi untuk menyelamatkan pasien pada khususnya dan meningkatkan kesehatan masyarakat pada umumnya.

Dilihat dari pendidikan, ada S1 keperawatan, perawat spesialis, dan perawat S2. Pendidkan dokter juga S1, profesi kedokteran, dan kedokteran spesialis. Yang membedakan antara perawat dan dokter adalah nasib, finansial dan pengakuan pemerintah. Ini membuat profesi perawat masih kurang beruntung.

Para perawat bekerja 24 jam bergantian, melakukan pekerjaan penuh risiko. Para perawat menyelamatkan nyawa orang lain dengan taruhan nyawa sendiri. Perawat harus siaga menolong dengan safety pada yang ditolong, pada keselamatan orang-orang sekitar, dan pada keselamatan diri-sendiri. Kesalahan sedikit saja berakibat fatal, dan nyawa perawat bisa terancam.

Ketika ada kasus kecelakaan, korban dalam kondisi luka dan berdarah-darah datang ke tempat pelayanan kesehatan, maka yang menyambut dan menolong pertama kali adalah perawat. Dengan sigap, perawat melakukan pertolongan pertama untuk menghindari resiko cacat bahkan menyelamatkan nyawa korban. Pertolongan pertama itu harus cepat dan akurat untuk mendapatkan keselamatan maksimal.

Karena harus cepat, kadang perawat tidak memikirkan keselamatan diri yang bisa berakibat fatal. Karena tidak menggunakan sarana keselamatan, misalnya, ada potensi perawat tertular penyakit dari darah korban. Ini contoh kecil resiko yang dihadapi perawat.

Kebanggaan menjadi perawat bukan karena jabatan, bukan karena finansial, tapi lebih pada kepuasan bila korban terselamatkan. Tapi, karena sudah menjadi profesi, para perawat juga berharap ke depan itu tidak hanya pada kepuasan hati tapi juga kepuasan materi. Karena, perawat juga punya keluarga yang menggantungkan hidup dari profesi ini.

Pengakuan dan penyetaraan profesi perlu dipertimbangkan para pengambil kebijakan agar kehidupan ekonomi perawat tidak kembang-kempis. Perlu Undang-undang perawat supaya ada perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas yang penuh resiko. Kalau tenaga profesi perawat distandarkan oleh pemerintah, silahkan. Kalau memang standarnya harus lulusan sarjana ( S1), maka segera putuskan supaya perawat yang masih SPK, Akper dan D4 berupaya menyesuikan.

Perlu juga aturan hukum agar jelas batasan tugas pokok profesi perawat. Selama ini, pekerjaan perawat sering merangkap-rangkap. Ada tugas yang seharusnya dikerjakan profesi lain (dokter, apoteker, ahli gizi) tapi pelaksanaannya dikerjakan perawat.

Untuk reward, pemerintah juga harus lebih memperhatikan perawat. Gaji perawat harusnya disetarakan dengan profesi lain seperti dokter umum atau apoteker yang tingkat pendidikanya setara.

Terakhir, produksi kelulusan perawat harus diperhatikan dari segi kuantitas dan kualitas. Pemerintah harus membatasi jumlah kelulusannya supaya harga jualnya tetap tinggi. Kalau lulusan perawat membludak, maka tenaga perawat kurang dihargai. Ketrampilan dan pengetahuan perawat juga secara diuji berkelanjutan supaya kualitasnya tetap terbaik.

SEMANGAT! Sabe lam saba!

By: Hendri irawan

Iklan

PENGARUH HUBUNGAN POLITIK TERHADAP KESEHATAN

fb_img_15077442963511238974500.jpgPada umumnya dapat dikatakan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan (decision making) mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi terhadap beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Sedangkan untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation) dari sumber-sumber (resources) yang ada. Untuk bisa berperan aktif melaksanakan kebijakan-kebijakan itu, perlu dimiliki kekuasaan (power) dan kewenangan (authority) yang akan digunakan baik untuk membina kerjasama maupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses itu. Cara-cara yang digunakan dapat bersifat meyakinkan (persuasive) dan jika perlu bersifat paksaan (coercion). Tanpa unsur paksaan, kebijakan itu hanya merupakan perumusan keinginan (statement of intent) belaka. Dalam beberapa aspek kehidupan, manusia sering melakukan tindakan politik, baik politik dagang, budaya, sosial, maupun dalam aspek kehidupan lainnya. Demikianlah politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (private goals). Politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok, termasuk partai politik dan kegiatan-kegiatan perseorangan (individu).

Politik Kesehatan adalah Ilmu dan seni untuk memperjuangkan derajat kesehatan masyarakat dalam satu wilayah melalui sebuah sistem ketatanegaraan yang dianut dalam sebuah wilayah atau negara untuk menciptakan masyarakat dan lingkungan sehat secara keseluruhan. Untuk meraih tujuan tersebut diperlukan kekuasaan. Dengan kekuasaan yang dimiliki, maka akan melahirkan kebijakan yang pro rakyat untuk menjamin derajat kesehatan masyarakat itu sendiri.
Karena sehat merupakan hak rakyat dan negara pun tak ingin rakyatnya sakit-sakitan, diambillah keputusan politik yang juga sehat. Yaitu, anggaran untuk kesehatan rakyat mendapatkan porsi yang sangat besar, karena negara tidak ingin rakyatnya sakit-sakitan. Pemerintah bersama DPR, membebani impor alat-alat kedokteran dengan pajak yang sama untuk impor mobil mewah, juga keputusan politik.
Oleh karena itu, untuk menciptakan kesehatan masyarakat yang prima maka dibutuhkan berbagai peraturan yang menjadi pedoman bagi petugas kesehatan dan masyarakat luas, sehingga suasana dan lingkungan sehat selalu tercipta. Di samping itu pemerintah harus membuat program yang dapat menjadi stimulus bagi anggota masyarakat untuk menciptakan lingkungan dan masyarakat sehat, baik jasmani, rohanio,  rohani, sosial serta memampukan masyarakat hidup produktif secara sosial ekonomi.

Kebijakan kesehatan yang juga berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan penduduk adalah dengan menambah personel kesehatan baik yang terlibat dalam upaya promotif preventif maupun dalam tindakan kuratif rehabilitatif. Tujuan kebijakan ini agar pelayanan kesehatan tidak hanya dinikmati oleh golongan tertentu, namun juga bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat yang membutuhkan pelayanan ini.

By: Hendri irawan

Yang sederhana memang selalu jadi pilihan!

kesederhanaan ada karena memang hidup itu sederhana. Kitalah terkadang yang membuatnya rumit. Apalagi dengan gaya hidup modern sekarang dimana banyak sekali hal-hal yang menggoda kita untuk bisa hidup mewah. Munculnya gaya hidup hedonis membuat banyak orang berlomba untuk bisa tampil Wah di depan orang lain. Seakan-akan ketika bisa menunjukkan kemewahan di depan orang bisa menaikkan derajat hidup. Apalagi penampilan mewah juga dipercaya bisa menaikkan gengsi.

Sebenarnya ketika kemampuan finansial seseorang mendukung untuk bisa tampil mewah tentu hal ini tidak akan menjadi masalah. Masalah kemudian muncul ketika ternyata tidak punya kemampuan secara financial tetapi tetap memaksakan untuk bisa tampil mewah, tentu akan merugikan kehidupannya sendiri tentunya.

Manusia secara naluriah selalu punya hasrat atau keinginan yang selalu muncul dalam hidupnya. Ketika keinginan itu mengarah ke tujuan yang baik tentu bagus. Namun, saat keinginan itu sudah mengarah untuk mendapatkan kehidupan mewah tanpa didukung dengan kemampuan finansial yang baik, tentu hal ini menjadi tidak bijak. Akan ada banyak hal yang akan dikorbankan untuk memenuhi keinginan ini. untuk menghindari hal ini, kesederhanaan menjadi pegangan dalam hidup.
“Hidup sederhana bukan berarti hidup miskin. Karena banyak orang sederhana yang miskin, dan orang miskin yang tidak sederhana.”

“Pada Akhirnya semua membutuhkan kesederhanaan agar ia menjadi lebih baik.”


“Kesederhanaan selalu membuka peluang baru kepada kita.”