PERAWAT DALAM BINGKAI KERETAKAN!

Suara perawat indonesia

​Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, beberapa tahun terakhir keluhan perawat dan calon perawat semakin kencang dibicarakan di jejaring social, di antaranya facebook, telegram, instagram, twitter dan beberapa jejaring social lainya. Keluhan yang di sampaikan lewat jejaring social tersebut merupakan bentuk keretekan dalam dunia keperawatan  yang dinikmati begitu saja tanpa sebuah jeda untuk interupsi dan melihat kembali lalu bertanya. Apakah perjalanan rekam jejak perawat sudah berjalan sebagaimana mestinya?
Jejak perawat yang retak mungkin seperti yang disinyalir oleh Antony Diggens sebagai profesi yang tunggang-langgang. Rekaman jejak-jejak perjalanan karir perawat sering kita sepelekan dan dianggap lumrah  dan biasa, namun sebenarnya hal tersebut bukanlah hal yang biasa melainkan memiliki dampak yang sangat hebat. Ada banyak keretakan yang menjadi keluhan perawat di Indonesia  seperti: Gaji  yang rendah, realitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab perawat, prosedur Ujian Kompetensi yang mengutamakan aspek kognitif, dan masih banyak keluhan lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Gaji yang rendah.

Perawat masih dijadikan warga kelas dua dinegeri sendiri dengan bukti masih banyaknya tenaga perawat yang menjalani tenaga Honorer bahkan tenaga sukarela yang  sesuka mereka menggaji. Silahkan  Check fakta ini di Sarana pelayanan kesehatan. Masih saja menjalani praktek – praktek berbentuk perbudakan modern (modern slavery) ini jelas melanggar konstitusi, amanat UU No.13 tahun 2003 dan KepMenakerTrans No.100 tahun 2004 melarang untuk melakukan tindakan kontrak/honor atau bahkan PHL ( Pekerja Harian Lepas ). Praktek-praktek ini masih banyak menimpa para perawat Indonesia karena lemahnya posisi tawar (bargaining position).

Harga diri perawat kian hari kian terabaikan tanpa pengakuan, perawat bekerja secara terus-menerus 24 Jam dengan 2-3 Shift dengan segala resiko yang mengancam tertular penyakit bahkan ancaman kematian, norma-norma kesehatan dan keselamatan kerja ( UU 13/2003 pasal 85/86 ) harusnya dijalankan oleh pemerintah melalui instansi-instansi yang mempekerjakan perawat hal ini diperparah lagi dengan system jaminan social yang tidak pernah merata, antara resiko kerja dan pendapatan tidak berimbang. Berapa banyak kasus-kasus yan menyangkut kesejahteraan perawat di Rumah Sakit, ibarat fenomena gunung es, yang menyoalkan masalah kesejahteraan,  Perbandingan perawat Indonesia dengan perawat Kuwait yang mendapat gaji berkisar antara Rp.15 juta s/d 20 juta perbulan, sedangkan rekan sejawat yang bekerja di Indonesia maksimum hanya Rp.500.000 s/d 1,3 juta / bulan bahkan ada tenaga pengabdi yg dibayar 500.000/ 3 bulan berarti perhari perawat digaji 500 rupiah saja, mengapa kita para perawat Indonesia diam ?? ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut harus ada upaya kuat dan sama-sama kita perjuangkan dengan beberapa cara diantaranya dengan menggulirkan Upah Minimum sector Provinsi ( UMSP ) dibidang keperawatan, UU Ketenangakerjaan nomor 13 tahun 2003 telah mengamanatkan bahwa upah minimum harus didasarkan pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL). jika kita ingat kembali memori lama kita tentang peristiwa bencana alam / korban masal yang silih berganti menimpa bangsa kita justru tenaga Perawatlah yang dijadikan ujung tombak dalam garda medis bencana alam, berapa juta kasus yang sudah perawat tangani hinggi kini tak pernah dilihat oleh pemerintah namun mereka rasakan.
Realitas Pekerjaan Yang Tidak Sesuai Dengan Fungsi Dan Tanggung Jawab Perawat.

Bekerja dalam satu tim yang solid memang tidak mudah. Dibutuhkan kemampuan untuk saling menjaga komitmen bersama, saling menghargai, saling mempercayai dan kesabaran untuk tidak menyerang yang lain. Apapun yang terjadi dalam tim tersebut adalah tanggung jawab bersama. Bekerja sama dan sama-sama bekerja sangat dibutuhkan demi kesuksesan meraih tujuan tim tersebut. Perawat sebagai salah satu anggota tim kesehatan juga dituntut untuk bisa bekerja. sama dengan anggota tim kesehatan yang lain, sehingga kerja sama dalam tim bisa selaras, serasi dan seimbang. Namun tuntutan terhadap perawat tersebut belum selaras dengan tugas, fungsi dan tanggung jawab perawat. Realitas yang terjadi baik di Rumah sakit, puskesmas, klinik dan beberapa instansi yang lain perawat mengambil alih pekerjaan dari sebagian tim medis yang lainnya sehingga tugas dan fungsi perawat bukan lagi memberikan pelayanan dan perawatan melainkan ada juga yang memberikan obat dan beberapa tindakan medis lainnya yang di anggap bukan kewenangan perawat.
Perawat sebagai salah satu anggota tim kesehatan juga dituntut untuk memberikan pelayanan sesuai dengan tugas dan fungsinya seperti yang di terapkan dalam Undang-undang Keperawatan. Sebagai seorang perawat jangan pernah merasa yang paling dibutuhkan karena hal tersebut dapat menimbulkan sifat arogan. Bekerjalah dengan mengerahkan kemampuan yang terbaik. Jangan pernah merasa minder karena hal tersebut dapat membuat rasa tidak percaya diri dan terjadi ketimpangan dalam bekerja. Ketimpangan tersebut bisa terjadi karena kita hanya bekerja bila disuruh, tidak ada inisiatif dan akhirnya bisa menimbulkan lambannya penyelesaian suatu masalah. Tingkatkan kreatifitas, inisiatif, hindari rasa minder, arogan dan mau menang sendiri. Tingkatkan keilmuan, keahlian dan wawasan. Tampillah percaya diri namun jangan menyombongkan diri, Bekerjalah dengan kemampuan terbaik tapi jangan merasa yang terbaik.
Prosedur Ujian Kompetensi Yang Mengutamakan Aspek Kognitif.

Profesi perawat telah sampai kepada sebuah kondisi stagnasi yang berkepanjangan pasca di keluarkannya STR dengan prosedur pelaksanaan Ujian Kompetensi yang salah. kejenuhan  yang kemudian menjadi realitas  perawat yang gagal lulus di UKOM membuat perawat yang tidak memiliki STR bertahun-tahun menjadi pengangguran sebab semua instansi kesehatan yang membuka lowongan kerja selalu di ikut sertakan dengan persyaratan wajib ada STR di sinilaih terjadi degradasi moral perawat.  Ketika mengacu pada definisi Uji Kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap seorang perawat sesuai jenjangnya dalam melakukan praktik keperawatan sesuai standar kompetensi dan standar profesi akan tetapi bagi penulis pribadi bahwa STR bukanlah barometer untuk menilai pontesi (Kognitif, Afektif, Psikomotorik) yang dimiliki oleh perawat, konsep dan gagasan logika salah kapra dalam penyelenggaraan Ujian Kompetensi  (UKOM) yang hanya meyuruh untuk memilih  jawaban dari a sampai e mirip konsep ujian anak SD,SMP dan SMA yang berefek menjadi pengangguran berintelek pada mereka yang tidak lulus Ujian Kompetensi dan tidak mendapatkan STR. Untuk apa kuliah kurang lebih lima tahun (S.Kep,Ners), dan tiga tahun untuk (Diploma Keperawatan) dan mendapatkan ijazah dengan proses yang cukup lama dan berbagai macam perjuangan serta usaha tetapi tetap tidak membuahkan hasil hanya gara-gara Ujian Kompetensi yang hanya 180 menit untuk mengikuti pelaksanaannya “jauh panggang dari pada api” harus ada perubahan prosedur pelaksanaan Ujian Kompetensi dari tertulis menjadi praktisi langsung depan pasien di situlah tolak ukur mana yang memiliki potensi (kognitif, afektif  psikomotorik) dan mana yang tidak, Ujian Kompetensi harus di benahi dengan segera karena akan sangat menyulitkan jika standar  pelaksanaan  Ujian kompetensi yang hanya mengutamakan aspek kognitif sedangkan aspek afektif dan psikomotoriknya dikemanakan?

Penulis : Ns.Hendri irawan,S.kep (CEO : Suara Literasi Perawat Indonesia)

Iklan

Pernikahan yang Buruk Bisa Mengancam Kesehatan!?


DIBALIK LAYAR- Jika pernikahan Anda berjalan semakin buruk, besar kemungkinan sistem kerja jantung Anda juga turut memburuk.
Sebuah studi terbaru menunjukan bahwa kualitas perkawinan yang memburuk akan meningkatkan risiko pria terserang penyakit jantung. Penelitian ini berpedoman pada data yang telah terkumpul selama 19 tahun terakhir.
Namun, riset tersebut juga mengungkap fakta bahwa pernikahan yang berjalan konsisten-baik konsisten buruk atau baik-tidak membahayakan bagi kesehatan.
Inilah sebabnya mengapa para pria yang dari awal tidak bahagia dengan pernikahannya justru berumur panjang.
Ian Bennett-Britton, peneliti dari Universitas Bristol, Inggris, mengatakan bahwa penelitan tentang hubungan antara pernikahan dan kesehatan ini dilakukan sejak tahun 1912 dari berbagai studi.
“Secara garis besar penelitian tersebut menunjukan bahwa pria dengan pernikahan yang berjalan inkonsisten sangat rentan kesehatannya dibanding pria yang memiliki pernikahan konsisten.

(Hendri irawan)

Penelitian yang dilakukan Ian Bennert-Britton ini meneliti hubungan antara pasangan dan kesehatan dengan mempelajari 620 data dari pria menikah yang telah memiliki anak.
Para peneliti menemukan bahwa pria yang pernikahannya semakin membaik memiliki tingkat kolesterol buruk atau LDL yang rendah dan Body Mass Index (Indeks Masa Tubuh atau status gizi) yang rendah dibanding mereka yang pernikahannya konsisten, baik konsisten baik atau buruk.
Di lain pihak, pria yang kualitas perkawinannya memburuk, dalam jangka panjang diketahui memiliki tekanan darah yang tinggi.
“Perubahan kualitas hubungan pernikahan tampaknya berisiko terhadap jantung. Tapi bila sejak awal kondisinya memang sudah buruk, maka dampaknya lebih kecil,” tambah Ian. Sampel penelitian ini memang relatif kecil dan wanita tidak termasuk di dalamnya.
Peneliti juga tidak memakai sampel pecandu alkohol dan perokok, yang notabene berkaitan erat dengan stres dalam pernikahan dan kesehatan jantung yang buruk.
Rahul Potluri, pakar jantung dan peneliti tentang pernikahan dari Universitas Aston, Inggris, mengatakan bahwa dampak hubungan yang tidak menentu bagi wanita, pecandu alkohol, dan perokok sangat sulit dipastikan.
“Ada kemungkinan pernikahan yang memburuk juga memperburuk kesehatan. Namun, kesehatan yang buruk juga bisa menyebabkan memburuknya pernikahan.
 

Penulis: hendri irawan

Sumber: Fatherly

Sesekali berhentilah sekedar untuk bersantai. Bukan untuk terlena, namun membangun semangat untuk perjuangan berikutnya!

​Hendri irawan

19  j a n u a r i  2018

Tetap tersenyum dalam keadaan apapun. Karena tanpa kamu sadari, seulas senyuman akan mampu mengubah segala situasi!

Selama masih ada kesempatan, jangan pernah matikan semangat untuk meraih kemenangan.
Tidak harus meniru sesuatu untuk jadi keren, cukup jadi diri sendiri dan kenali siapa kamu sebenarnya! (hendri irawan)

Sedikit tetapi membahagiakan, bukan banyak tetapi menyengsarakan. Tangan yang diberikan untuk manusia, tak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi saja. Ia juga diharapkan bisa menolong sesama dalam hal kebaikan tentunya. 

bukan hanya semata-mata untuk bertahan hidup, tapi untuk berkembang; dan melakukan semuanya dengan semangat, belas kasihan, humor, dan gaya.

Pencegahan Gangguan Jiwa!

​HENDRI IRAWAN

#Pencegahan_Gangguan_jiwa

Makna kesehatan seringkali diartikan dengan sehat jasmani dan rohani. Sehat rohani maksudnya tidak adanya gangguan dari segi jiwa (spiritual). Masalah terkait kesehatan jiwa masih terjadi di Indonesia. Data Riskesdas 2013 menunjukkan angka rata-rata gangguan jiwa berat seperti skizofrenia sebesar 0,17 persen atau sekitar 400.000 orang. Data tersebut belum termasuk penderita gangguan jiwa ringan seperti cemas dan depresi yang mencapai 14 juta penduduk. Tidak bisa dipungkiri angka gangguan jiwa di Indonesia masih cukup besar. Masalah gangguan jiwa membuat seseorang menjadi tidak produktif bahkan membuat seseorang menjadi beban / gangguan bagi orang lain. Berikut adalah penjelasan mengenai gangguan jiwa dan cara menjaga kesehatan jiwa.

Kesehatan Jiwa

Kesehatan Jiwa menurut WHO merupakan status kesejahteraan dimana setiap orang dapat menyadari secara sadar terkait kemampuan dirinya, kemudian dapat mengatasi berbagai tekanan dalam kehidupannya, dan dapat bekerja secara produktif dapat dilihat pada kemampuan dirinya dalam memberikan kontribusi pada lingkungan sekitar. Terdapat 3 ciri khusus yang menandakan seseorang dapat dinyatakan sehat secara mental yaitu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dapat menunjukkan integritasnya dan dapat mandiri.
Apa itu Gangguan Jiwa?
Gangguan jiwa adalah gangguan mengenai satu atau lebih fungsi jiwa. Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita. Penyebab gangguan jiwa terdiri dari berbagai unsur yang saling mempengaruhi, yang mana penyebab utamanya  berasal dari badan (somatogenik),  lingkungan sosial (sosiogenik) ataupun psikis (psikogenik) lalu timbulah gangguan badan ataupun jiwa.

Macam – Macam Gangguan Jiwa

Terdapat berbagai macam gangguan jiwa diantaranya yang paling berat adalah skizofrenia. Tanda penderita  mengalami skizofrenia biasanya pembicaraan sulit dimengerti, isi pikir yang tidak sesuai realita (delusi atau waham), disertai gangguan persepsi panca indera yaitu halusinasi, dan disertai tingkah laku yang aneh, seperti berbicara atau tertawa sendiri. Selain skizofrenia, bentuk gangguan jiwa diantaranya depresi, kecemasan, gangguan kepribadian, gangguan mental organik, retardasi mental, gangguan psikosomatik serta gangguan perilaku masa anak dan remaja.

Gejala Gangguan Jiwa

Gejala gangguan jiwa terdiri dari gejala psikis dan fisik, yaitu :
1. Gejala Psikis :  perasaan sering gelisah, sering bingung, sering lupa, suka menyendiri, kehilangan nafsu makan dan seksual, dan cenderung kehilangan kontrol diri, sering terjadi disorientasi waktu, kadang-kadang berperilaku immoral, terkadang apatis, terkadang lupa terhadap diri sendiri, terkadang berbicara ngelantur dan lain lain.
2. Gejala Fisik :  gangguan fungsi pencernaan, alat pernafasan, stamina tubuh menurun sehingga timbul rasa malas dan malas berfikir, bersikap agresif, mondar-mandir tanpa tujuan yang jelas, tubuh terasa capek yang luar biasa, muka tampak memerah, pucat dan lemas, dan lain – lain.
Bagaimana Pencegahannya?

1. Menjaga Pola Makan

Pola makan akan berefek pada tubuh dan juga mental. Makanan diperlukan untuk berfikir dan bekerja setiap hari, oleh karenanya tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup. Sayuran dan makanan yang mengandung asam lemak esensial, seperti ikan belida, tongkol, labu dan kacang-kacangan. Susu dan coklat juga dipercaya menimbulkan efek menenangkan pikiran.
2. Sosialisasi
Sosialisasi dapat meningkatkan mood, menjaga diri merasa bahagia dan membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan jiwa secara keseluruhan. Isolasi diri dari luar dapat menjadi pemicu gangguan mental. Sebaliknya, bertemu dengan orang lain dapat menjaga sudut pandang positif, tertawa dan bersikap ramah dapat membantu tubuh memproduksi dan melepaskan hormon – hormon positif.
3. Cukup Istirahat

Tidur dapat mengembalikan tubuh ke dalam kondisi yang fit dan dapat menjaga kesehatan otak. Beberapa studi menunjukkan bahwa otak manusia menetapkan dan mengatur memori serta gagasan di saat tidur.

4. Olahraga

Penelitian menunjukkan bahwa olah raga lebih efektif dalam mencegah dan mengobati depresi daripada obat-obatan. Menurut Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona menyatakan bahwa cukup dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat.

5. Rekreasi

Rekreasi di tengah alam “Terapi hijau” dengan melihat pemandangan sawah, gunung, danau dan sebagainya bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menemukan kesejukan dan menenangkan pikiran serta membebaskan dari pikiran negatif

6. Membaca

Salah satu cara menjaga pikiran agar selalu aktif adalah dengan membaca. Membaca bisa menjadi kegiatan penguatan mental, terutama jika kita fokus pada bacaan yang positif. Membaca buku biografi, kisah-kisah inspiratif, novel dan puisi dapat bermanfaat bagi kesehatan mental.

Demikian informasi mengenai Gangguan Jiwa dan Pencegahannya. Biasakan hidup sehat dan selalu berpikir positif agar kesehatan jiwa tetap terjaga.

Imunisasi Mencegah Infeksi JE

Imunisasi Mencegah Infeksi JE atau Imunisasi Japanese Encephalitis

(Hendri irawan)

Vaksin atau Imunisasi Japanese Encephalitis

  • Japanese Encephalitis merupakan penyakit zoonosa yang dapat menyebabkan terjadinya radang otak pada hewan dan manusia. Penyakit ini bersifat arbovirus karena ditularkan melalui hewan kepada manusia melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini telah menyebar luas di Asia bagian Timur seperti Jepang, Korea, dan juga negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia.
  • Di Indonesia, kasus penyakit ini pertama kali terkuak secara umum pada tahun 1960.  Japanese Encephalitis banyak dilaporkan  terjadi di daerah Bali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan disebutkan bahwa  bahwa identifikasi kasus encephalitis dirumah sakit di Bali antara tahun 2001-2004 menemukan 163 kasus encephalitis dan 94 diantranya mengarah pada kasus Japanese Encephalitis. Selain itu, kasus JE pada manusia juga dilaporkan di beberapa daerah yaitu di Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggra Timur dan Papua.
  • Penyakit ini dapat mengenai segala usia tetapi umumnya lebih sering menyerang anak-anak. Tidak semua manusia yang digigit nyamuk culex berkembang menjadi encephalitis. Masa tunas (inkubasi) penyakit JE rata-rata 4 – 14 hari. Gejala kliniknya bisa bervariasi tergantung dari berat ringannya kelainan susunan saraf pusat, umur penderita dan lain-lain.
  • Perjalanan penyakit JE dibedakan menjadi 3 stadium. Pertama, stadium prodromal yang berlangsung  selama 2 – 4 hari. Ditandai dengan panas yang mendadak, sakit kepala berat yang terkadang disertai keluhan mual dan muntah. Selanjutnya stadium akut selama 4 – 7 hari. Pada stadium ini panas tetap tinggi dan tidak mudah diturunkan dengan obat penurun panas. Akan terjadi kekakuan otot terutama pada otot leher. Pada kasus yang lebih kronis kemungkinan dapat terjadi gangguan keseimbangan, kejang-kejang serta penurunan kesadaran mulai dari gelisah-mengantuk sampai koma (tidak sadar). Ketiga, stadium konvalesen atau tahap akhir. Stadium ini dimulai pada saat suhu tubuh kembali normal. Tanda-tanda neurologis bisa menetap atau cenderung membaik.
  • Bila penyakit berat dan berlangsung lama dapat terjadi gejala sisa seperti gangguan mental berupa emosi tidak stabil, lambat berbicara, perubahan kepribadian dan lumpuh pada beberapa bagian tubuh.
  • Lalu bagaimana dengan penanganannya agar terhindar dari penyakit JE? Pencegahan JE ditujukan pada manusia, nyamuk, serta reservoir-nya. Pada manusia dapat dilakukan dengan menghindarkan diri dari gigitan nyamuk culex. Nyamuk ini menggigit manusia menjelang malam hari pada malam hari hingga keesokan harinya, sehingga disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan kelambu bila tidur. Dapat juga mempergunakan repellen dalam bentuk cairan/krim atau memakai obat pembasmi nyamuk dalam bentuk gulungan yang menghasilkan asap.

Vaksin Japanese Encephalitis 

  • Vaksin Japanese Encephalitis yang sudah dipatenkan telah tersedia untuk melindungi manusia dariJapanese Encephalitis. IXIARO telah disetujui pada Maret 2009 untuk digunakan pada orang dewasa, mereka yang berusia 17 tahun ke atas kini mendapatkan proteksi dari IXIARO . Sejak Mei 2013 dapat  digunakan pada anak-anak berusia 2 bulan -16 tahun.  IXIARO diberikan sebagai rangkaian dua dosis , dengan dosis yamg berjarak 28 hari . Untuk mereka yang berusia 17 tahun keatas , dosis penguat dapat diberikan jika seseorang telah menerima melakukan vaksinasi kedua dosis  setahun sebelumnya. Hingga saat ini studi sedang dilakukan untuk dosis penguat untuk anak-anak.
  • Vaksin Japanese Encephalitis direkomendasikan bagi wisatawan yang berencana untuk menghabiskan 1 bulan atau lebih di daerah endemik selama Japanese Encephalitis musim penularan virus . Ini termasuk wisatawan jangka panjang , pelancong berulang , atau ekspatriat yang akan berbasis di daerah perkotaan tetapi mungkin untuk mengunjungi daerah-daerah pedesaan atau pertanian endemik selama periode berisiko tinggi penularan virus JE. Dosis terakhir harus diberikan minimal 1 minggu sebelum perjalanan ke luar negeri.

Inilah Bukti Kebaikan Tulus!ISLAM mengajarkan kita untuk selalu berbuat kebaikan. Dan kebaikan itu untuk semua kalangan. Kebaikan bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang orang itu bagaimana. 

(BrightSide.me)

Pelari asal Kenya memberikan minum untuk lawannya dari China meski itu memperlambatnya beberapa detik. Pelari itu tidak hanya kalah, tapi kehilangan kesempatan dapat uang tunai US$10.000, setara Rp142 juta.
– Tidak ada yang terlalu buruk tuk memulai hal baik. Sehingga seburuk apapun manusia, tetap berhak untuk melakukan perintah-Nya. Yaitu melakukan hal baik kepada sesama. Maka seburuk apapun keadaan, jangan pernah menyerah untuk memulai kebaikan. Karena sekecil apapun kebaikan, Allah pasti memberi ganjaran.

Terkadang hanya dengan sekecil kebaikan saja, hidup seseorang bisa berubah. Berbuat baik merupakan kekuatan besar yang mampu menggerakkan manusia di dunia ini.
Semakin banyak kebaikan yang terjadi, semakin banyak keajaiban yang muncul di sekitar kita. Seperti foto yang saya kutip dari laman BrightSide.me ini.

Foto-foto luar biasa ini mampu menginspirasi siapa saja untuk berbuat baik. Foto tersebut menjadi bukti dunia ini tak pernah kehilangan orang-orang yang mau berbuat baik dengan tulus. (Hendri irawan) 😘

Rakan Sinaroe! (comrades in arms)

SATU HARAPAN! Bagai sapu lidi yang terikat menjadi satu sehingga tidak mudah patah!

Sebuah perubahan besar terkadang sangat susah diwujutkan bahkan oleh orang yang hebat sekalipun jika hal tersebut dilakukan seorang diri. Tapi akan lain halnya jika dilakukan bersama, semut binatang yang kecil sekalipun mampu mengangkat beban yang massanya berkali-kali lipat tubuhnya, bagimanakah hal yang luar biasa ini terjadi? Kuncinya adalah KEBERSAMAAN. Tentunya hal ini bisa menjadi sebuah ibrah bagi kita makhluk yang diberi akal oleh yang maha kuasa, betapa dahsyatnya jika sebuah kebersamaan dibina bahkan kita bisa melakukan hal yang seakan-akan tidak mungkin dilakukan, menjadi bisa jika kita lakukan bersama.

Sahabat!

 

Keluarga!

 

Sahabat!

 

Sahabat!

Setiap kisah kebersamaan dengan sahabat adalah kisah yang membuatmu tersenyum saat anda mengingatnya di hari tua!

 

moment kebersamaan!

img201712231218461512778652.jpg

DUNIA MEMBUTUHKAN KITA

Perawat adalah profesi yang paling mulia diantara profesi kesehatan lainnya.

Menjadi seorang perawat bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk membangun citra perawat ideal di mata masyarakat . Perawat merupakan suatu profesi yang mulia. Naluri seorang perawat diibaratkan seperti seorang ibu yang menyusui anaknya. Sebegitu mulianya seorang perawat sama dengan mulianya seorang ibu. Seorang perawat rela berkorban mengabdikan dirinya untuk menjaga dan merawat pasien tanpa membedakan apapun. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat  akan sangat berharga bagi nyawa orang lain. Seorang perawat juga mengembang fungsi dan peran yang sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan secara holistik kepada klien.

Keperawatan merupakan suatu profesi di bidang kesehatan yang sangat mulia dan  terhormat. Kehadiran seorang perawat mempengaruhi proses penyembuhan penyakit setiap klien, Profesi ini yang di identik dengan pakaian putih-putih tidak luput dari pujian dan cemoohan. Bahkan sering kita lihat bahwa profesi perawat sebagai salah satu profesi dalam tim kesehatan yang selama 24 jam berada bersama pasien. Setiap waktu dan setiap saat perawatlah yang sangat sering mendampingi dan berinteraksi dengan klien dibanding profesi kesehatan lainnya, Kehadiran perawat sebagai profesi adalah cerminan kualitas pelayanan kesehatan, seperti halnya dirumah sakit karena jumlah perawat lebih banyak dibutuhkan dibanding tenaga kesehatan lainnya.

DUNIA MEMBUTUHKAN KITA!

5 Gangguan Kesehatan yang Diakibatkan Patah Hati

​HIDUP SEHAT!

( Hendri irawan )

Ada sejumlah hal mengejutkan seputar patah hati yang tidak pernah Anda duga sebelumnya. Setiap perpisahan — baik yang baru berjalan seumur jagung hingga bertahun-tahun lamanya — tidak hanya menguras emosi, namun juga kesehatan tubuh Anda.

Penelitian membuktikan bahwa patah hati dapat menyebabkan gangguan fisik yang nyata, bahkan di sejumlah kasus, bisa menjadi sangat serius. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat Anda patah hati?

Kami merangkum 5 reaksi yang dialami oleh tubuh selama patah hati, termasuk alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

1. Otak mengirimkan sinyal rasa sakit dan rasa rindu yang nyata

Galau dan kangen ternyata tidak hanya sebatas gombalan. Studi tahun 2010 yang dimuat dalam Journal of Neurophysiology menyatakan, saat Anda dipaksa untuk berpisah setelah menghabiskan sebagian hidup Anda terbiasa dengan kehadiran seseorang yang Anda cintai, otak akan mengirimkan sinyal rasa sakit ke sekujur tubuh dan menimbulkan berbagai gejala withdrawal serius, layaknya orang sakaw.

Penelitian tersebut mengharuskan 15 orang yang baru saja putus cinta untuk memandangi foto mantan pacar dan kemudian memecahkan soal matematika. Kemudian proses tersebut diulang kembali, namun menggunakan foto relasi terdekat yang tidak memiliki hubungan romantis apapun. Hasil pindai otak dari para partisipan menunjukkan area tertentu dalam otak yang bisa memicu rasa sakit tampak teraktivasi saat melihat foto mantan mereka. Sakit kepala mencengkeram, tidak nafsu makan, susah tidur, dan “mata panda” yang Anda alami akibat putus cinta bisa dibuktikan secara ilmiah. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar dopamine dan oxytocin, senyawa kimiawi yang membuat bahagia, tergantikan oleh kadar kortisol (hormon stress) yang melejit. Persis dengan gejala fisik akibat putus obat yang dialami oleh pengguna kokain.

2. Tubuh Anda membangun respon fight or flight

Saat terancam, otomatis Anda akan melakukan berbagai macam cara demi bertahan hidup. Respon fight or flight merujuk pada reaksi fisiologis yang timbul akibat suatu pemicu stres, baik secara mental maupun fisik. Sebagai respon stres, sistem saraf simpatetik dalam otak akan diaktifkan akibat pelepasan sejumlah hormon secara tiba-tiba. Sistem saraf akan menstimulasi kelenjar adrenalin yang memicu produksi catecholamine guna menyiagakan tubuh Anda untuk mengambil tindakan.

Akan tetapi, produksi hormon di saat tubuh tidak membutuhkannya akan membawa sejumlah masalah lain, seperti sesak napas dan badan linu (akibat produksi kortisol berlebih), jantung berdebar kencang (akibat produksi kortisol dan adrenalin), dan penumpukan lemak dalam tubuh. Jika saat patah hati Anda merasa nafsu makan sangat jauh berkurang, ini adalah akibat dari produksi kortisol dalam tubuh yang meningkat. Kortisol yang diproduksi saat stres akan menghambat aliran darah masuk ke dalam saluran pencernaan. Akibatnya, produksi asam lambung pun meningkat dan memberikan rasa tidak nyaman dalam perut. Makanan yang masuk ke dalam tubuh pun terasa hambar dan tidak menggugah selera, membuat Anda makin ogah makan. Dan menurut sebuah studi tahun 1994, stres bahkan dapat mempengaruhi distribusi lemak, karena kortisol mempromosikan pengendapan lemak terutama di daerah perut Anda.

3. Jerawatan dan rambut rontok

Lagi-lagi karena hormon. Sebuah studi tahun 2007 yang dimuat dalam The New York Post berhasil mengesampingkan faktor-faktor penyebab umum jerawat (seperti polusi, dengan memelajari penduduk Singapura di mana perubahan iklim amat jarang terjadi) dan memastikan bahwa stres benar-benar dapat mengakibatkan peradangan jerawat. Peneliti mengatakan, sebesar 23% kasus peradangan jerawat muncul saat orang-orang berada di bawah tekanan stress yang sangat tinggi, seperti saat sedang patah hati.

Stres ternyata juga mengakibatkan rambut rontok. Daniel K. Hall-Flavin, M.D, seorang konsultan kesehatan di mayoclinic.org, menyatakan, ada sejumlah alasan mengapa stress dapat mengakibatkan kerontokan rambut. Produksi hormon akibat stres akan melonggarkan folikel rambut secara bertahap, menyebabkan helaian rambut rontok saat disisir atau saat Anda sedang mencuci rambut. Tidak hanya itu, stress juga bisa memicu kebiasaan Anda untuk mencabut rambut dari kulit kepala (disebut trichotillomania), sebagai solusi sementara menghadapi perasaan kalut dan tidak nyaman akibat stress, kesepian, atau frustasi.

4. Tekanan darah tinggi

Menurut American Heart Association, tekanan darah dapat meningkat sementara saat Anda dilanda stres, namun stres semata belum dapat dipastikan sebagai penyebab penyakit darah tinggi kronis. Jadi, tidak perlu (tambah) khawatir soal ini. Akan tetapi, seseorang yang memiliki riwayat darah tinggi dan dilanda stres perlu berhati-hati. Peningkatan tekanan darah dalam waktu singkat bagi orang-orang dengan kondisi ini akan mendorong terjadinya krisis hipertensif, yang menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kesulitan bernapas, bahkan hingga mimisan.

5. Sindrom patah hati

American Heart Association menjelaskan bahwa ketika di bawah stres berat (seperti saat patah hati), terkadang sebagian jantung Anda akan membesar sementara dan tidak dapat memompa darah dengan baik. Sementara fungsi bagian jantung lainnya bekerja dengan sangat baik, bahkan bisa berkontraksi dengan sangat kuat. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal otot jantung jangka pendek yang parah. Teknisnya, kondisi ini disebut sebagai kardiomiopati induksi stres, namun labih sering disebut sebagai “sindrom patah hati”.

Kabar baiknya, sindrom patah hati termasuk kondisi medis yang sangat jarang, tapi mudah untuk diobati. Sebuah studi di jepang tahun 2014 memperkirakan hanya ada sebesar 2% kasus sindrom patah hati di dunia yang diikuti oleh masalah koroner akut. Namun, studi yang sama menemukan ahwa sindrom patah hati lebih cenderung memengaruhi wanita, dengan laporan kasus mencapai 80 persen hingga saat penelitian dilakukan.

Berjuanglah, Semangat Tanpa Tanda Jasa dan gengsi! 12 januari 2018

#Catatan_Motivasi!

Semua orang punya keinginan untuk memiliki masa depan yang cerah. Memiliki kehidupan yang mapan sampai penghasilan yang di idamkan, adalah harapan semua orang. Namun untuk mencapai kehidupan yang di dambakan, seringkali muncul berbagai cobaan dan juga halangan yang terkadang membuatmu jatuh dan bangun, sehingga merasa hidup semakin memberatkan dan melelahkan.

Kamu yang sedang berjuang untuk membangun masa depan yang di idamkan, terkadang banyak orang yang suka memandang sebelah mata tentang segala harapan yang sedang kamu perjuangkan. Mereka bisa saja meremehkan kemampuan, niat, dan seluruh impian-impian yang ingin segera kamu wujudkan. Walau begitu, tak boleh semua tanggapan yang datang menjadikan beban pikiran untukmu, kamu harus bangkit dan terus berjuang, masa depan yang cerah selalu menunggumu keesokan harinya.

Sudah saatnya kamu harus terus melangkah maju, walau tak semua orang selalu ada di pihakmu

Teruslah melangkah maju, demi masa depanmu.

Tak perlu tahu rintangan apa yang mendatangimu, kamu harus terus melangkah maju. Keterbatasan yang kamu punya tak boleh kamu jadikan alasan untuk menjeda langkah menuju masa depan. Kamu harus percaya akan semua harapan-harapan, bergerak maju dan lupakan masa lalu. Hingga tiba saatnya nanti kamu akan bahagia dengan segala pencapaian dan juga kepuasan atas segala perjuangan yang telah kamu lakukan.

Tak perlu tahu berapa banyak orang yang memandangmu sebelah mata. Jadilah orang yang luar biasa, menjadi orang yang bisa membuktikan bahwa kamu lebih kuat dari mereka!

Ada kalanya kamu menjadi lebih kuat dan gigih untuk menggapai masa depan yang lebih baik, kamu menjadi lebih semangat untuk melakukan yang terbaik. Bukan bertujuan untuk mendapatkan pengakuan, kamu melakukan karena kamu ingin menggapai semua keinginan di masa depan yang sebelumnya telah kamu mimpikan.

Setiap orangtua mempunyai harapan yang tinggi bagi setiap anaknya. Sesuatu yang diharapkan agar setiap anaknya mempunyai masa depan yang jauh lebih baik dari mereka.

Wiro sabe lam saba!

Seiring dewasanya kamu, pada akhirnya kamu terbiasa dan terbawa menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab. Kamu lebih memilih menyelesaikan masalah tanpa perlu merepotkan orang lain lagi. Kamu lebih memilih melipat lengan baju, bekerja lebih keras hingga peluh banyak bercucuran. kita memang perlu menengok ke belakang sesekali agar lebih bersyukur tentang apa yang sudah didapatkan saat ini. Masa lalu yang buruk bisa menjadi suatu motivasi kuat untuk selalu berjuang meraih kehidupan yang lebih baik.

Pastinya, setiap orang memiliki harapan untuk memiliki masa depan yang indah. Akan tetapi, harapan itu tidak bisa didapatkan begitu saja tanpa adanya usaha dan perjuangan. Apa yang akan terjadi di masa depan tentunya tak luput dari apa yang terjadi hari ini.


By: Hendri irawan